ZEDDO.ID – Menjadi salah satu penyakit menular seksual yang paling ditakuti, yaitu penyakit HIV/ AIDS. Sebelumnya kita telah membahas beberapa penyakit infeksi menular seksual dan kali ini kita akan membahas tentang HIV. Jadi penyakit HIV merupakan salah satu penyakit menular seksual yang umum terjadi dan hingga kini belum diketahui obatnya yang dapat menyembuhkan penyakit HIV secara permanen. Ada lebih dari sekitar seratus lima puluh ribu kasus penyakit HIV/ AIDS ini per tahunnya di Indonesia. Dan salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya jumlah kasus HIV/ AIDS ini karena kurangnya pengetahuan tentang penyakit ini.

Apa itu HIV dan AIDS ?

Pengertian HIV AIDS adalah salah satu jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus HIV, kepanjangan HIV itu sendiri ialah Human Immunodeficiency Virus. Yaitu virus yang menyebabkan rusaknya sistem kekebalan tubuh pada tubuh seseorang. Virus HIV ini akan merusak kekebalan tubuh seseorang dengan cara menginfeksi dan merusak sel CD4 pada tubuh, dimana sel CD4 yang semakin berkurang akan membuat tubuh seseorang semakin rentan diserang berbagai penyakit karena kekebalan tubuh yang menurun.

Lalu apa bedanya dengan AIDS ?

Disaat seseorang dinyatakan mengidap penyakit HIV, harus segera ditangani dengan tepat dan cepat. Sebab jika tidak segera dilakukan akan menyebabkan kondisi kronis yang disebut AIDS ini. AIDS merupakan Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu stadium akhir dari infeksi penyakit HIV ini. Disaat seseorang sudah memasuki tahap stadium ini, maka kemampuan tubuhnya dalam melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Penyebab Penyakit HIV AIDS

AIDS yang terjadi pada seseorang karena terinfeksi virus HIV, sedangkan virus HIV ini masuk dan menghancurkan sel CD4 yang ada pada tubuh seseorang yang melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang terhadap penyakit. Sementara penularan HIV dapat melalui hubungan seksual, maupun transfusi darah.

  • Hubungan Seksual
    Penularan infeksi virus HIV dapat melalui hubungan seksual, bahkan melalui seks anal maupun oral. Meskipun diketahui sangat jarang infeksi HIV ini terjadi melalui hubungan seks oral, namun penularan HIV ini dapat terjadi apabila adanya luka pada mulut seperti gusi yang luka, berdarah, maupun adanya sariawan.
  • Saling Berbagi Jarum Suntik
    Penularan infeksi virus HIV dapat melalui berbagi pakai jarum suntik dengan penderita HIV, ini merupakan salah satu cara penularan HIV yang cukup efektif. Contohnya seperti penggunaan jarum suntik yang sama dengan penderita saat membuat tato ataupun penggunaan jarum suntik lainnya yang dipakai bergantian.
  • Transfusi Darah
    Penularan infeksi virus HIV ini dapat secara jelas menyebabkan orang yang mendapatkan donor darah dari penderita penyakit HIV ini positif mengidap juga. Maka dari itu tidak sembarangan orang dapat mendonorkan darahnya, dan harus ada pengecekan darah terlebih dahulu.

Selain itu, penularan virus HIV ini juga bisa terjadi dari ibu hamil kepada anaknya saat proses melahirkan ataupun menyusui. Dan menjadi catatan juga bahwa penyakit HIV ini tidak bisa tertular melalui kontak kulit seperti jabatan tangan atau berpelukan, penularan HIV melalui air liur juga tidak dapat terjadi, terkecuali adanya luka seperti sariawan, gusi yang luka maupun berdarah, ataupun luka lainnya yang terbuka di mulut.

Gejala HIV AIDS

Gejala HIV bisa terbagi pada beberapa tahap, yaitu tahap infeksi akut, laten dan tahap akhir yaitu AIDS. Tahap pertama yaitu infeksi akut ini terjadi pada saat beberapa bulan awal usai seseorang terinfeksi HIV. Ditahap ini sistem kekebalan tubuh seseorang akan terinfeksi yang membentuk antibodi dalam melawan virus HIV ini. Kebanyakan kasus yang ada, gejala HIV akan terlihat sekitar satu atau dua bulan usai terinfeksi virus HIV. Penderita penyakit ini tidak akan sadar karena gejalanya yang muncul mirip seperti gejala flu ringan yang mudah sembuh dan kambuh kembali. Gejala HIV pada tahap infeksi akut ini berintensitas ringan hingga berat, bahkan dapat berlangsung hingga beberapa minggu lamanya, berikut ini beberapa gejala HIV diantaranya :

  • Demam bahkan menggigil.
  • Timbulnya ruam pada kulit.
  • Mengalami muntah muntah.
  • Terasa nyeri pada persendian juga otot.
  • Mengalami sakit kepala.
  • Mengalami sakit perut.
  • Mengalami sakit tenggorokan atau sariawan.
  • Mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Usai memasuki beberapa bulan, infeksi HIV ini akan memasuki tahap berikutnya yaitu tahap laten. Pada tahap laten ini, infeksi yang terjadi bisa hingga bertahun tahun atau dekade. Pada tahap laten, infeksi HIV akan semakin berkembang dan juga merusak sistem kekebalan tubuh seseorang yang terinfeksi. Gejala HIV saat tahap ini cukup bervariasi, bahkan beberapa penderita juga diketahui tidak merasakan gejala gejala apapun. Hanya saja diketahui pada sebagian penderita lainnya ada yang mengalami sejumlah gejala, diantaranya :

  • Berat badan yang kian menurun
  • Berkeringat pada malam hari
  • Mengalami demam
  • Mengalami diare
  • Mengalami herpes zoster
  • Mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening
  • Mengalami sakit kepala dan badan yang terasa lemah

Jika infeksi pada tahap laten ini tidak segera ditangani, ini akan membuat virus HIV akan semakin berkembang hingga memasuki tahap selanjutnya yaitu AIDS. Jika seseorang sudah masuk ke tahap ini, sistem kekebalan tubuhnya sudah mengkhawatirkan karena rusak parah, ini menyebabkan seseorang tersebut akan mudah terinfeksi dari virus lainnya. Beberapa gejala AIDS diantaranya ialah :

  • Sering berkeringat pada malam hari
  • Mengalami demam hingga lebih dari sepuluh hari
  • Mengalami penurunan berat badan tanpa sebab
  • Mengalami bercak putih di lidah, mulut, maupun alat vital
  • Mengalami gangguan saraf seperti susah berkonsentrasi atau hilang ingatan
  • Mengalami sesak napas
  • Mengalami ruam atau bintik pada kulit
  • Mengalami diare kronis