Bagaimana Cara Menghitung Masa Subur Setelah Haid Agar Cepat Hamil

ZEDDO.ID – Kehamilan dalam rumah tangga merupakan sebuah anugerah yang diidamkan setiap pasangan, terutama bagi mereka yang baru berkeluarga dan menanti datangnya sang buah hati didalam keluarga kecil mereka. Namun kehamilan juga merupakan masalah momen dan waktu yang tepat, yaitu pada saat sel sperma bertemu dengan sel telur yang menyebabkan terjadinya pembuahan tersebut. Maka dari itu, anda perlu mengetahui cara menghitung masa subur setelah haid agar cepat hamil.

Lalu bagaimanakah cara menghitung masa subur setelah haid tersebut? Anda bisa mengetahui hal tersebut dengan cara memerhatikan siklus haid (menstruasi) pasangan. Hal ini akan membantu anda dan pasangan dalam menciptakan peluang agar dapat cepat mendapatkan pasangan hamil. Karena itu, anda harus mengetahui kapan masa subur wanita atau pasangan anda tersebut.

Apa itu Masa Subur Wanita?

Yang disebut masa subur wanita ialah seorang wanita yang sedang dalam kondisi dimana sel telur dilepaskan dari indung telur, dengan begitu sel telur siap untuk mengalami pembuahan oleh sel sperma. Dan pada saat masa tidak subur, peluang terjadinya kehamilan akan jauh lebih kecil jika dibandingkan pada saat masa subur wanita. Masa subur ini dapat terjadi setiap bulannya, dan jika sel telur tersebut tidak segera dibuahi oleh sel sperma maka akan terjadi peluruhan dan terjadilah haid (menstruasi). Hanya saja mungkin bagi seseorang wanita yang memiliki siklus haid yang tidak teratur, maka akan cukup sulit untuk mengetahui kapankah terjadinya pelepasan sel telur pada setiap bulannya. Maka, mengetahui kapan masa subur wanita.

Kapankah Masa Subur Wanita Itu?

Secara umum, cara mengetahui masa subur wanita itu ialah dengan mengetahui masa ovulasi. Masa ovulasi ini terjadi pada saat 12-14 hari sebelum memasuki periode haid wanita dimulai. Sedangkan rata-rata terjadinya masa subur wanita terjadi pada saat hari ke-10 hingga 17 usai hari pertama haid, jika siklus haid terjadi selama 28 hari. Selama 5 hari sebelum terjadinya ovulasi merupakan masa subur wanita.

Cara Menghitung Masa Subur

Salah satu cara menghitung masa subur wanita bisa menggunakan kalender, yaitu dengan menandai tiap tanggal saat anda mengalami haid untuk menghitung masa subur wanita. Terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan juga, diantaranya yaitu :

Mengetahui lamanya siklus haid
Bagi seorang wanita, untuk mengetahui cara menghitung masa subur wanita itu perlu mengetahui lama siklus tersebut berlangsung. Cara sederhananya ialah dengan menandai siklus haid setiap bulannya dan menghitung kira-kira berapa lamakah hal ini berlangsung. Lamanya siklus haid wanita dihitung dari tanggal pertama atau hari pertama hingga hari terakhir haid. Walaupun lama siklus haid dapat sedikit berubah setiap bulannya, paling tidak bisa diketahui rata-ratanya.

Menghitung perkiraan masa subur wanita
Setelahnya ialah menghitung perkiraan masa subur wanita, yaitu dengan cara :

  • Mengurangi 18 hari dari siklus haid terpendek, ini merupakan hari pertama memasuki masa subur wanita. Contohnya jika siklus haid terpendeknya adalah 25 hari, maka hari pertama masa subur wanita ialah pada saat hari ketujuh usai hari pertama mengalami haid.
  • Mengurangi 11 hari dari siklus haid terpanjang, ini merupakan hari terakhir memasuki masa subur wanita. Contohnya jika siklus haid terpanjangnya adalah 29 hari, maka hari terakhir masa subur wanita ialah pada saat hari ke 18 usai hari pertama mengalami haid.

Melakukan hubungan intim pada saat saat tersebut (antara hari ke 7 – 18) usai haid merupakan peluang terbaik agar cepat hamil. Jadi tunggu apalagi dan manfaatkan momen momen tersebut! Dan begitulah cara menghitung masa subur wanita bagi anda yang ingin agar pasangan cepat hamil dan mendapatkan keturunan.