ejakulasi retrograde

ZEDDO.ID – Ada banyak permasalahan seksual pria yang dapat mengurangi kepuasan seksual, salah satunya ialah ejakulasi retrograde ini. Masalah seksual yang satu ini merupakan hal bisa dialami pria dan mengganggu kehidupan seksual pria tersebut. Mari kita bahas lebih lengkap mengenai ejakulasi retrograde ini di artikel ini.

Ejakulasi Retrograde dan Kepuasan Seksual Pria

Ejakulasi merupakan puncak dari kepuasan seksual, dengan dimulai dari orgasme yang dialami pria lalu dilanjutkan dengan ejakulasi yang terjadi dan keluarnya cairan mani dari alat vital. Namun hal ini tentu akan sedikit berbeda bagi pria yang mengalami masalah ejakulasi retrograde ini, sebab penderita ejakulasi retrograde ini tidak akan mengalami ejakulasi layaknya pria pada umumnya. Usai mengalami orgasme dan berejakulasi, kemungkinan mengeluarkan cairan itu sangat sedikit, bahkan jika pun mengeluarkan cairan mani itu hanya dalam jumlah yang sangat sedikit.

Bagi seorang pria, ejakulasi ini bukan hanya berhubungan dengan masalah kesuburan saja, akan tetapi juga kepuasan seksual dan kenikmatan mereka. Karena faktanya pada sebagian pria menganggap bahwa hubungan seks yang dilakukan kurang sempurna jika tidak sampai berejakulasi.

Penyebab Ejakulasi Retrograde Pada Pria

Gangguan ejakulasi retrograde ini bisa disebabkan oleh beberapa macam hal, berikut ini beberapa penyebab ejakulasi retrograde diantaranya :

Aktivitas seksual yang dilakukan cukup berlebihan
Satu dari sekian banyak penyebab ejakulasi retrograde yang pertama ialah aktivitas seksual yang kerap kali berlebihan. Perlu diketahui bahwa dalam memproduksi cairan mani atau sperma ini berjalan perlahan setiap harinya dan waktu untuk sperma matang secara sempurna itu bisa cukup lama, meskipun produksi cairan mani itu dilakukan setiap harinya. Jika seseorang berhubungan intim lebih dari satu kali, maka tentu saja wajar jika orgasme yang dialaminya bisa tidak dibarengi dengan ejakulasi.

Maka dari itulah bagi pria yang ingin memiliki momongan dengan pasangannya disarankan untuk melakukan hubungan intim setidaknya 2-3 hari sekali. Dengan melakukan hubungan intim dalam kurun waktu tersebut, jumlah sperma yang dihasilkan akan lebih maksimal dan pria pun tidak akan mengalami masalah ejakulasi retrograde ini.

Baca Juga : Berikut Cara Meningkatkan Kualitas Sperma dan Motilitas Sperma

Aktivitas masturbasi yang dilakukan cukup berlebihan
Sama halnya seperti berhubungan intim dengan pasangan yang kerap berlebihan, masturbasi dengan frekuensi yang berlebihan juga tidak disarankan karena bisa memicu terjadinya ejakulasi retrograde. Penyebab ejakulasi retrograde yang satu ini bisa dikendalikan dengan menghindari kebiasaan masturbasi berlebihan, setidaknya tidak masturbasi setiap harinya atau masturbasi lebih dari sekali dalam sehari.

Punya masalah diabetes
Penyebab ejakulasi retrograde lainnya ialah adanya penyakit diabetes yang dialami seseorang, sebab pada pria yang memiliki penyakit diabetes yang cukup parah akan mengalami masalah dan kerusakan pada sarafnya. Kerusakan pada saraf ini akan berakibat pada kemampuan ejakulasi pria, akibatnya cairan mani yang harusnya keluar saat pria berejakulasi malah masuk kembali ke kandung kemih.

Tetapi tidak perlu berkecil hati, karena meskipun seseorang memiliki diabetes pun tetap bisa mencegah atau sedikitnya meminimalisir gangguan ejakulasi retrograde ini dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga makanan yang dimakan agar tidak memicu lonjakan gula darah.

Punya masalah multiple sclerosis
Penyebab ejakulasi retrograde yang lainnya juga bisa disebabkan oleh kondisi autoimun. Sperma yang harusnya keluar dari tubuh malah akan bercampur dengan urine (air seni) pada saat pria buang air kecil. Dan pada saat berkemih, pria tidak hanya mengeluarkan urine biasa, melainkan urine yang cukup pekat karena mengandung air mani beserta sperma didalamnya. Bagi pria yang mengalami hal ini kemungkinan besar tentu akan sulit membuahi pasangannya.

Pernah melakukan pembedahan di sekitar organ vital
Melakukan pembedahan pada alat vital pria tentu cukup berisiko dan bisa memicu terganggunya organ-organ. Jika pembedahan yang dilakukan mengalami gangguan, maka kemampuan alat vital pria dalam ereksi dan ejakulasi pasti akan terganggu.