Siklus masa subur wanita

ZEDDO.ID – Untuk pasangan suami istri, penting buat memahami siklus masa subur wanita karena berpengaruh pada keberhasilan kehamilan pada sang istri. Melakukan hubungan intim pada saat masa subur wanita akan meningkatkan peluang terjadinya pembuahan, untuk itulah penting untuk menentukan dan mengetahui tanggalan dari siklus masa subur tersebut.

Kapankah masa subur wanita itu?

Cara mengetahui tentang masa subur yang dialami wanita itu dimulai dari mengetahui kapan terjadinya haid atau menstruasi dimulai. Saat wanita memasuki siklus menstruasi maka sel telur (ovum) akan mulai berkembang di dalam ovarium hingga matang dan dilepaskan untuk dibuahi, peristiwa semacam ini disebut dengan istilah ovulasi.

Berbicara mengenai ovulasi, pada umumnya itu terjadi pada kurang lebih 12 hingga 14 hari sebelum awal pertama menstruasi selanjutnya. Jadi masa ovulasi tersebut itu sangat bergantung pada siklus menstruasi wanita, dan tidak semua wanita memiliki siklus yang sama. Begitu pula dengan ovulasi mereka yang berbeda-beda tiap individu.

Setelah memahami proses ovulasi, maka akan mudah untuk menentukan atau mengetahui kapan siklus masa suburnya. Masa subur wanita akan dimulai pada saat-saat sekitar masa ovulasi tersebut, jadi bisa sekitar kurang lebih lima hari sebelum ovulasi itu terjadi. Merujuk waktu umumnya, masa subur yang dialami akan terjadi kurang lebih 12 hingga 16 hari sebelum terjadinya siklus menstruasi selanjutnya.

Jadi kesimpulannya ialah, masa subur rata-rata tiap wanita itu berkisar antara hari ke-10 hingga hari ke-17 usai hari pertama menstruasi atau haid terakhir. Namun hal ini hanya berlaku bagi tiap wanita yang memang memiliki siklus haidnya teratur 28 hari.

Cara hitung masa subur yang mudah

Saat wanita mengalami ovulasi, maka sel telur tersebut perlu segera dibuahi oleh sel sperma pria dalam kurun waktu 12 hingga 24 jam usai ovulasi tersebut terjadi. Jadi mendeteksi kapan yang menjadi hari paling subur itu penting untuk mencapai kehamilan. Dan masa subur itu sendiri pada umumnya dihitung dengan berdasarkan catatan siklus menstruasi wanita selama delapan bulan terakhir setidaknya. Beginilah perkiraan waktu masa subur yang dihitung dengan rumus :

  • Siklus menstruasi terpendek, contohnya 24 hari. Lalu dikurangi 18 yang hasilnya adalah 6, angka ini akan menjadi hari pertama dimana posisi paling subur wanita.
  • Siklus menstruasi terpanjang, contohnya 29 hari. Lalu dikurangi 11 yang hasilnya adalah 18, angka ini akan menjadi hari terakhir dimana posisi paling subur wanita.

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa siklus rata-rata menstruasi ialah 24-29 hari, dan masa paling subur ialah disaat hari ke-6 hingga hari ke-18.

Tanda masa subur lainnya yang dialami wanita

Selain dengan menggunakan contoh rumus yang dijelaskan sebelumnya, ada juga beberapa tanda atau hal yang bisa dijadikan indikator masa subur lainnya. Berikut ini diantaranya.

Adanya peningkatan suhu basal
Suhu basal yang meningkat bisa menjadi salah satu tanda wanita mengalami ovulasi, suhu basal merupakan suhu tubuh seseorang pada saat bangun di pagi hari. Pada suhu normalnya bisa berkisar antara 35,5 hingga 36,6 derajat Celcius. Dan seseorang wanita memasuki ovulasi apabila terjadi peningkatan lebih dari angka tersebut.

Gairah meningkat
Saat wanita memasuki masa suburnya akan mengalami gairah seksual yang meningkat daripada biasanya. Pada sebagian besar wanita mengalami hal ini.

Merasa nyeri pada punggung atau perut
Ada juga pada sebagian wanita yang mengalami rasa nyeri pada bagian perut ataupun punggung dengan intensitas ringan hingga berat saat mengalami ovulasi pada masa suburnya.