ZEDDO.ID – Diketahui memang terdapat banyak sekali berbagai macam penyakit menular seksual, selain penyakit HIV, gonore, trikomoniasis, dan sifilis, masih ada penyakit menular seksual lainnya yang harus diwaspadai dan dicegah, salah satunya ialah penyakit chlamydia. Apa itu penyakit chlamydia ? Chlamydia adalah penyakit menular seksual yang terjadi karena adanya aktivitas seksual pada si penderita. Penyakit chlamydia ini sendiri merupakan salah satu penyakit menular seksual yang umum terjadi di Indonesia, diketahui ada sekitar seratus lima puluh ribu kasus per tahunnya. Dan untuk lebih jelasnya akan diuraikan pada artikel dibawah ini.

Pengertian Penyakit Chlamydia

Pengertian penyakit chlamydia adalah salah satu penyakit menular seksual yang dikarenakan oleh infeksi bakteri chlamydia. Penyakit chlamydia ini harus segera ditangani, sebab jika tidak segera ditangani dan diobati, akan berakibat pada risiko terjadinya kemandulan, khususnya pada seorang wanita. Penyakit chlamydia ini sendiri bisa terjadi pada siapapun, baik itu pria ataupun wanita. Pada seorang pria, penyakit chlamydia ini bisa menyerang saluran uretra pada organ reproduksinya. Sedangkan penyakit chlamydia pada wanita akan menyerang pada bagian organ panggulnya.

Disamping itu pula, penyakit chlamydia ini juga bisa menyerang organ lainnya selain organ reproduksi saja. Beberapa diantaranya ialah bagian mata, tenggorokan, hingga bokong. Penularan infeksi chlamydia adalah disaat bagian bagian tersebut terkena cairan yang dihasilkan oleh organ reproduksi. Penyakit chlamydia ini jarang menunjukkan gejala yang membuat banyak orang tidak tahu bahwa dirinya terinfeksi bakteri chlamydia ini.

Penyebab Penyakit Chlamydia

Penyebab penyakit chlamydia adalah disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis, infeksi bakteri chlamydia ini akan menyebar melalui cairan pada organ reproduksi. Seseorang bisa tertular penyakit ini apabila berhubungan intim dengan penderita penyakit chlamydia ini, khususnya jika tidak menggunakan alat pengaman kondom. Infeksi bakteri chlamydia juga bisa menular tidak hanya pada organ reproduksi, melainkan juga melalui hubungan intim secara anal maupun oral. Penting untuk diketahui bahwa bakteri chlamydia ini bisa menginfeksi organ mata seseorang yang dapat berakibat pada kebutaan, infeksi bakter chlamydia ini disebut juga dengan penyakit trakhoma.

Gejala Penyakit Chlamydia

Gejala penyakit chlamydia ini secara umum tidak terlihat. Akan tetapi penderita yang terinfeksi bakteri chlamydia ini tetap bisa menularkan penyakit chlamydia ini pada orang lain. Dan jikalau muncul ciri ciri chlamydia tersebut, umumnya akan terlihat ciri ciri gejala chlamydia ini setelah satu hingga tiga minggu setelah terinfeksi bakteri chlamydia. Gejala penyakit chlamydia pada pria maupun gejala penyakit chlamydia pada wanita juga berbeda. Ini dia beberapa ciri ciri penyakit chlamydia yang dapat dialami :

Ciri ciri gejala penyakit chlamydia pada wanita :

  • Terjadinya keputihan pada wanita dan berbau menyengat.
  • Mengalami sensasi terbakar saat ingin buang air kecil.
  • Terasa sakit saat berhubungan seksual, bahkan bisa terjadinya pendarahan usai berhubungan intim dengan pasangan.
  • Jika infeksi chlamydia menyebar, bisa berdampak pada rasa mual, demam, hingga rasa sakit pada bagian bawah perut.

Ciri ciri gejala penyakit chlamydia pada pria :

  • Mengeluarkan cairan dari organ reproduksi.
  • Terjadinya luka pada organ reproduksi yang terasa gatal maupun sensasi terbakar.
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil.
  • Terasa sakit ataupun bengkak di salah satu buah zakar (testis).
  • Pada pria maupun wanita jika infeksi chlamydia ini menyerang bokong, maka akan muncul rasa sakit yang disertai cairan maupun darah dari bokong.

Pencegahan Penyakit Chlamydia

Pencegahan penyakit chlamydia ini bisa dilakukan dengan cara sederhana, yakni tidak mengganti pasangan seksual terus menerus dan juga menggunakan alat pengaman kondom dengan baik saat berhubungan intim. Seseorang yang diketahui terinfeksi chlamydia harus menghindari hubungan seksual hingga dinyatakan sembuh oleh dokter dan diizinkan untuk berhubungan seksual kembali dengan pasangan.