sel sperma pria

ZEDDO.ID – Persoalan sperma pria dengan kesuburan pria terkadang masih sulit untuk dipahami masyarakat pada umumnya. Ada beberapa hal yang tidak sepenuhnya benar tentang sperma pria dan sudah menyebar luas di kalangan masyarakat awam. Berikut ini beberapa mitos tentang sperma pria yang tidak benar.

Memang cukup banyak mitos yang beredar dan Anda perlu mengetahui hal ini agar tidak salah mengira akan informasi yang beredar di masyarakat. Untuk lebih lengkapnya tentang sperma pria, berikut ini ulasan tentang mitos sperma pria yang hingga kini masih dipercaya para pria.

Sperma bergerak lurus
Hingga saat ini, banyak yang mengetahui bahwa sel sperma pria seperti atlit renang yang berenang lurus saja hingga bertemu ke sel telur wanita. Namun pada faktanya pergerakan sperma pria ini atau motilitas sperma itu tidak selalunya lurus lho. Pada sperma yang sehat tentu akan berenang lurus, namun pada sperma pria yang tidak sehat akan bergerak ke arah mana saja ataupun diam dan tidak bergerak sama sekali.

Kekentalan air mani pengaruhi banyaknya sperma
Perlu kalian ketahui bahwa air mani pria yang terlalu kental juga bisa mengandung sperma pria yang tidak sehat, jadi kekentalan air mani bukanlah patokan utama banyak tidaknya sperma pria yang dihasilkan. Sel sperma pria yang tidak sehat juga akan ditolak masuk ke rahim wanita. Baca Juga : 5 makanan kesuburan pria yang baik.

Sperma langsung mati pada saat terkena udara
Hal ini tidak sepenuhnya betul, jadi sperma pria itu dapat bertahan hidup hingga 3-5 hari lamanya jika berada di lingkungan yang memiliki kadar keasaman yang tepat. Dan jika sperma pria terkena udara bebas ataupun pada kondisi suhu tertentu pada saat berada di luar vagina, maka sel sperma pria tersebut akan mati setidaknya maksimalnya dalam waktu 30 menit. Hal ini ditandai dengan semakin beningnya cairan mani pria tersebut.

Sperma yang dihasilkan pria berkualitas
Hal ini juga belum tentu benar, karena pada saat pria berejakulasi itu tidak semua sel sperma pria didalamnya itu berkualitas. Jika seorang pria memiliki sperma pria sehat fertil kurang lebih 60 persen atau lebih maka peluang terjadinya kehamilan pada pasangan akan besar. Akan tetapi jika tingkat persentasenya kurang dari itu, maka pria dikatakan kurang subur atau infertilitas. Sperma pria akan sulit menggapai sel telur wanita karena akan mati pada saat perjalanan.

Saat berejakulasi, sperma pria bisa langsung membuahi sel telur
Sperma pria yang masuk ke rahim wanita akan bergerak ke tuba falopi, pada saat berada di tuba falopi sel sperma pria tak akan langsung membuahi dan bertahan selama kurang lebih 3-5 hari sebelum akhirnya mati. Pada saat sel telur keluar saat masa ovulasi, maka sel sperma pria akan langsung mencari dan membuahi.

Cairan pra ejakulasi pria tidak memiliki sel sperma
Hal ini dikatakan cukup keliru, karena dalam penelitian yang dilakukan itu diketahui bahwa cairan pra ejakulasi atau precum ini memiliki sel sperma yang sehat. Cairan pra ejakulasi ini memang umumnya terjadi saat terangsang dengan intens dan berfungsi juga sebagai pelumas. Kemungkinan terjadinya kehamilan pun ada meskipun kecil.