masa subur wanita setelah haid

ZEDDO.ID – Momen masa subur wanita setelah haid (ovulasi) merupakan sebuah momen yang perlu diketahui bagi setiap wanita dan sebetulnya para pria juga perlu mengetahui hal ini. Sebab masa subur wanita atau ovulasi ini sangat penting untuk mencari waktu yang tepat untuk meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan pasangan.

Dengan mengetahui masa subur wanita setelah haid, maka semakin tinggi persentase keberhasilan pasangan pasangan. Berbeda dengan berhubungan intim di waktu lainnya, pada saat masa subur wanita tentu peluangnya jauh lebih tinggi, apalagi jika pasangannya (si papa) juga dalam kondisi yang prima, maka peluangnya sangatlah tinggi.

Mitos Mengenai Masa Subur Wanita Setelah Haid

Namun yang perlu digarisbawahi ialah, masih banyak orang orang yang salah tangkap mengenai masa subur wanita setelah haid atau masa ovulasi ini, berikut ini beberapa mitos mengenai masa subur wanita setelah haid yang perlu kita luruskan bersama :

Masa Subur Wanita Terjadi Pada Hari ke-14
Pada umumnya cukup banyak yang menganggap bahwa masa subur wanita itu terjadi pada hari ke-14 dalam siklus haidnya. Dan pernyataan ini sebenarnya memang tidak sepenuhnya benar tidak juga sepenuhnya salah. Pada seorang wanita yang memiliki siklus haid yang teratur dan selalu berlangsung selama 28 hari, maka memang rata rata masa ovulasinya terjadi pada pertengahan siklus haid.

Tetapi, hal tersebut hanyalah sebuah patokan saja dan setiap wanita tentu memiliki siklus haid yang berbeda-beda. Terlebih lagi jika jadwal haidnya sering maju mundur atau tidak teratur, maka masa subur wanita tersebut juga akan ikut bergeser pada akhirnya.

Indung Telur Memiliki Porsi Masing Masing Untuk Berovulasi
Wanita memiliki sepasang indung telur pada bagian kanan dan kiri. Dan kenyataannya tidak ada penjadwalan khusus mengenai indung telur bagian manakah yang akan melepaskan sel telurnya setiap bulannya. Proses ovulasi ini dapat dipicu oleh berbagai macam hal, salah satunya ialah indung telur manakah yang mengandung folikel yang matang dan siap diproduksi sebagai sel telur. Jadi masa subur wanita setelah haid ini dapat terjadi pada satu sisi maupun kedua sisi.

Peluang Kehamilan Meningkat Jika Berhubungan Intim Usai Masa Ovulasi
Kebanyakan pasangan masih salah kaprah mengenai hal ini, banyak yang beranggapan bahwa sel telur harus diproduksi lebih dulu agar bisa kemudian dibuahi oleh sel sperma pasangan. Tetapi hal ini sebetulnya keliru, karena sel sperma sendiri dapat bertahan hidup lebih lama pada saat berada didalam tubuh wanita hingga 3-5 hari lamanya.

Hal ini berbeda dengan sel telur yang hanya dapat bertahan satu hari usai dilepaskan. Jadi manfaatkan masa subur wanita sebaik mungkin jika memang sedang merencakan program kehamilan. Idealnya anda bisa melakukan hubungan intim sekitar 3 hari sebelum masa ovulasi terjadi, atau bisa pada saat 12-24 jam usai masa ovulasi terjadi.

Usahakan waktu tersebut dengan baik, jika berhubungan usai masa ovulasi maka peluang kehamilan jadi menurun sebab dinding rahim sudah terlanjur diluruhkan saat haid.

Tidak Ada Tanda Ovulasi Maka Tidak Berovulasi
Umumnya pada saat masa subur wanita setelah haid akan muncul sebuah tanda tanda dan pada sebagian wanita dapat merasakan hal tersebut. Tanda tanda tersebut bisa berupa suhu basal tubuh, adanya peningkatan gairah seksual, dan sebagainya. Mitos tentang masa subur wanita ini tidak sepenuhnya benar.

Memang benar hal tersebut bisa dijadikan patokan, tetapi tidak semua wanita bisa merasakan hal tersebut dan ada juga sebagian wanita yang tidak merasakannya sama sekali. Jadi tidak ada tanda ovulasi yang muncul bukan berarti tidak mendapat ovulasi sama sekali.

Ketidaksuburan Merupakan Permasalahan Wanita
Mitos mengenai hal ini tentu tidak benar, sebab masalah ketidaksuburan juga bisa dialami kaum pria. Berdasarkan Dr. Suresh nair, seorang konsultan obstetrik dan ginekologi Mount Elizabeth Medical Centre, hanya ada sekitar 35 persen kasus ketidaksuburan yang berasal dari kaum wanita. Jadi bukan hanya wanita yang menyebabkan terjadinya kegagalan dalam mendapatkan keturunan.