hematospermia pada pria

ZEDDO.ID – Jika anda melihat adanya bercak darah pada cairan sperma yang anda keluarkan, maka anda harus cek segera ke dokter. Kondisi sperma berdarah seperti ini umumnya bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari pria usia 30 hingga 40 tahunan. Keadaan dimana terjadinya darah yang tercampur pada cairan sperma yang dikeluarkan ini dinamakan hematospermia, untuk intensitas darah yang keluar itu mulai dari yang tidak terlihat dengan mata (yaitu menggunakan bantuan mikroskop) hingga yang mampu dilihat dengan mata.

Untuk di usia muda, umumnya kondisi hematospermia atau keluarnya darah yang menyatu dalam sperma ini cenderung bersifat jinak dan dapat hilang nantinya dengan sendirinya. Masalah hematospermia ini jarang sekali berhubungan dengan patologi yang berbahaya pada usia muda.

Penyebab adanya darah dalam cairan sperma pria

Adanya darah pada cairan sperma pria atau bisa disebut hematospermia ini bisa terjadi karena adanya luka pada penis, penggunaan celana yang sangat ketat, ataupun cedera yang melukai organ penis pria. Bagi seseorang pria dengan usia kurang dari 40 tahun itu biasanya dikarenakan masalah infeksi saluran kemih. Dan berikut ini beberapa penyebab perdarahan pada cairan sperma yang dilansir dari Healthline :

Usai melakukan biopsi prostat ataupun operasi prostat
Kedua prosedur tersebut sama-sama merupakan salah satu penyebab paling umum terjadinya perdarahan pada cairan sperma pria. Usai seseorang menjalankan biopsi prostat maupun operasi prostat, akan ada kemungkinan untuk melihat sedikit darah berwarna merah mudah atau berwarna karat setelah berejakulasi. Selain itu, ada kemungkinan juga keluarnya darah pada saat buang air kecil.

Gejala ini bisa berlangsung hingga beberapa minggu tanpa disertai rasa sakit, umumnya masalah ini akan sembuh dengan sendirinya tanpa dilakukan penanganan apa-apa. Akan tetapi bisa juga konsultasi ke dokter apabila terjadi beberapa kendala seperti terjadinya peningkatan jumlah darah yang keluar, gejala yang berlangsung selama berminggu-minggu atau timbulnya rasa sakit.

Prostatitis
Apabila organ reproduksi pria yaitu kelenjar prostat yang berfungsi memproduksi sperma sampai mengalami gangguan seperti infeksi, pembengkakan, radang, maka ada kemungkinan terjadinya prostatitis. Kondisi prostatitis ini kemungkinan dikarenakan infeksi oleh bakteri dan bersifat akut maupun kronis.

Gangguan prostatitis ini bisa menimbulkan rasa sakit yang membuat tidak nyaman bagi pria, rasa sakit tersebut bisa timbul pada beberapa tempat, yaitu pada selangkangan seperti pada organ testis, penis, bokong (dubur), hingga pada pinggang dan perut bagian bawah. Hal lain yang perlu diketahui pula ialah gangguan ini juga bisa menimbulkan rasa sakit pada saat buang air besar, buang air kecil, dan saat berejakulasi, prostatitis juga membuat pria berisiko sulit berkemih.

Infeksi menular seksual
Masalah timbulnya darah pada cairan sperma pria juga bisa disebabkan oleh berbagai penyakit, salah satunya seperti dari infeksi menular seksual. Masalah gonore, chlamydia, dan herpes adalah salah satu penyebab umum terjadinya adanya darah pada cairan sperma pria.

Orchitis
Penyebab lainnya juga bisa dikarenakan oleh orchitis ini, orchitis merupakan adanya peradangan pada salah satu atau kedua testis pria yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Selain menyebabkan timbulnya darah pada cairan sperma, masalah orchitis ini juga menimbulkan rasa sakit pada saat berkemih dan berejakulasi.

Uretritis
Uretritis merupakan gangguan pada organ uretra, yaitu tabung yang mengalirkan urine dan cairan sperma keluar dari penis pria. Jika ada masalah seperti radang, iritasi maupun infeksi pada uretra maka inilah yang dinamakan uretritis. Selain menyebabkan timbulnya darah pada cairan sperma pria, uretritis ini juga memicu rasa terbakar atau gatal pada saat berkemih dan keluarnya cairan dari penis.

Itulah beberapa pemicu terjadinya perdarahan yang ikut keluar bersamaan dengan cairan sperma pria, segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan diobati sesegera mungkin.