hormon testosteron pada pria

ZEDDO.ID – Hormon testosteron pada pria merupakan salah satu hormon penting yang perlu para pria ketahui. Hormon testosteron pada pria ini adalah hormon seks yang dapat memengaruhi tanda-tanda seks primer juga seks sekunder. Jika hormon testosteron pada pria ini mengalami penurunan atau hingga turun drastis, maka bisa memicu berbagai macam gangguan seksual pria, bahkan bisa memicu terjadinya penurunan kualitas hidup pria.

Hormon Testosteron Pada Pria

Seseorang pria akan mengalami peningkatan kadar hormon testosteron yang tajam pada saat pria tersebut menginjak usia-usia remaja atau pada saat masa pubertas, pada saat ini hormon testosteron pada pria akan meningkat tajam sehingga akan memengaruhi berbagai macam faktor pada kehidupan seorang pria, terutama pada bagian yang berhubungan dengan tanda kelamin primer maupun sekundernya.

Ada banyak perubahan yang bisa dialami seorang pria saat ini, seperti tumbuhnya janggut dan kumis, ataupun bulu halus di kemaluan, juga postur tubuh yang ikut meningkat jadi lebih tinggi, suara yang semakin berat, dan ketertarikan pada lawan jenis.

Namun yang perlu digarisbawahi ialah pada saat seorang pria menginjak usia 30 tahun maka akan terjadi yang namanya penurunan kadar hormon testosteron pada pria secara perlahan seiring dengan berjalannya waktu.

Pemicu Turunnya Hormon Testosteron Pada Pria

Terjadinya penurunan pada hormon testosteron pada pria tidak hanya dipengaruhi faktor usia, tetapi ada juga beberapa faktor lainnya, yaitu :

Luka pada organ testis
Organ testis merupakan salah satu bagian pada organ reproduksi pria yang sangat vital dan merupakan tempat memproduksi sperma pada pria, selain itu organ testis juga merupakan tempat memproduksi hormon testosteron bagi pria.

Jadi jika terjadi masalah ataupun luka pada organ yang satu ini maka bisa memicu produktivitasnya dalam memproduksi hormon testosteron. Jika memang pernah terjatuh atau area selangkangan tertendang yang membuat adanya perubahan pada libido, maka harus periksakan ke dokter. Terutama jika timbul rasa sakit yang tidak kunjung reda atau semakin parah.

Masa pengobatan kanker
Gangguan kanker ataupun tumor yang ada pada organ testis dapat memicu rasa sakit atau nyeri yang amat kuat. Umumnya akan terjadi pembengkakan pada organ testis yang membuat aktivitas terganggu, termasuk juga aktivitas seksual dengan pasangan. Karena pada beberapa pria diketahui mereka juga seringkali mengalami masalah ini juga turut mengalami masalah ejakulasi.

Karena hal ini juga biasanya menyebabkan adanya darah pada cairan sperma yang dikeluarkan, sementara itu juga fungsi organ testis pada pria akan menurun secara perlahan dan sperma yang diproduksi pun jadi kurang berkualitas, begitu pula dengan hormon testosteron yang diproduksi jadi sedikit.

Penyakit menular seksual
Penyakit menular seksual atau PMS ada bermacam-macam jenisnya, seperti sifilis, gonore, chlamydia, HPV, trikomoniasis, HIV, dan sebagainya. Jika hal ini tidak ditangani dengan segera maka akan menyebabkan terjadinya infeksi pada organ testis pria melalui pembuluh darah dan produksi hormon testosteron pada pria jadi menurun drastis.

Penyakit menular seksual yang paling dikhawatirkan dan memiliki kemungkinan besar memicu hal tersebut ialah penyakit HIV juga gonore.

Pola hidup yang tidak sehat dan masalah obesitas
Hormon testosteron pada pria juga bisa dipengaruhi oleh masalah kesehatan yang buruk seperti obesitas. Selain daripada itu, pola hidup yang tidak sehat juga menjadi faktor mengapa hormon testosteron pada pria menurun.

Kebiasaan buruk merokok dan minum alkohol menjadi salah satu dari pemicu menurunnya hormon testosteron pada pria.

Itu dia beberapa diantaranya penyebab menurunnya hormon testosteron pada pria yang perlu diketahui.