ZEDDO.ID – Stres merupakan suatu keadaan yang dapat dialami siapapun baik pria maupun wanita, tua maupun muda. Untuk alasannya sendiri pun ada beragam alasan yang dapat menyebabkan rasa stres tersebut. Dan dampak dari stres ini sendiri memang tidak baik untuk kesehatan. Akan tetapi, stres ini kerap kali dikaitkan dengan salah satu pemicu terjadinya masalah kesehatan pada tingkat kesuburan pria, benarkah demikian ??

Riset terdahulu mengungkapkan bahwa rasa stres memiliki hubungan dengan sejumlah masalah kesehatan, antara lain seperti penyakit jantung, obesitas, asma, dan depresi. Riset lainnya juga menemukan bahwa stres juga dapat mengurangi jumlah sperma pada pria dan kualitasnya.

Berdasarkan kutipan Medical News Today, penyebab utama dari masalah ketidaksuburan pria ialah produksi sperma yang lemah atau sperma yang tidak bergerak, masalah ejakulasi, hingga faktor gaya hidup yang tidak baik.

Stres Bisa Menurunkan Kualitas Air Mani
Riset yang dilakukan ilmuwan untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai hal stres ini dilakukan pada tahun 2005 – 2008 pada 193 pria berusia 38 hingga 40 tahun. Mereka harus menyelesaikan tes yang ada dengan mengukur tingkatan stres, seperti halnya bentuk tempat kerja, peristiwa yang bisa berdampak pada stres, serta cara mengatasi rasa stres tersebut.

Pria-pria yang ikut serta dalam riset ini pula diwajibkan untuk memberi air mani mereka menjadi sampel. Memakai tes kesuburan dengan cara standard, beberapa pengamat dari University of California mengkaji konsentrasi di air mani, bentuk sperma (morfologi), serta gerakan sperma pada setiap sampel.

Beberapa pengamat temukan jika pria yang alami 2 atau lebih momen yang membuat mereka stres pada tahun kemarin, mempunyai persentase lebih rendah dalam gerakan sperma dibanding dengan pria yang tidak alami stres. Mereka ikut temukan jika penemuan ini benar adanya, dengan mempertimbangkan aspek lainnya yang bisa merubah kualitas air mani, seperti umur, permasalahan kesehatan lainnya, serta histori permasalahan kesehatan reproduksi.

Walau stres dalam tempat kerja tidak dengan cara langsung merubah kualitas air mani, beberapa pengamat temukan jika pria yang kerja dibawah tekanan mempunyai hormon testosteron yang lebih rendah di di air mani mereka. Ini juga merubah kesehatan reproduksi. Akan tetapi, beberapa pengamat temukan jika lepas dari tingkat stres yang dihadapi, pria yang tidak kerja mempunyai kualitas air mani lebih rendah dibanding mereka yang kerja.

Bagaimana cara Stres tersebut mempengaruhi kualitas air mani ?
Meskipun beberapa pengamat belum juga dapat memastikan bagaimana persisnya stres merubah kualitas air mani, mereka mempunyai beberapa teori. Pengamat mengutarakan jika stres bisa mengaktivasi pelepasan glukokortikoid, hormon steroid yang merubah metabolisme karbohidrat, lemak, serta protein. Pelepasan hormon itu bisa kurangi tingkat testosteron serta produksi sperma.

Diluar itu, beberapa periset menjelaskan jika depresi bisa mengakibatkan oksidasi depresi yang disebut depresi psikologis pada badan dikarenakan oleh radikal bebas. Oksidasi stres ini sudah dikaitkan dalam penelitian-penelitian dengan kualitas air mani serta kesuburan pada pria.

Memberi komentar penemuan itu, penulis pertama dari riset itu, Teresa Janevic, PhD., asisten profesor di Rutgers School of Public Health, menjelaskan, stres sudah lama diidentifikasi bisa merubah kesehatan. Riset yang dikerjakannya bersama dengan rekan-rekannya menyangka jika kesehatan reproduksi pria dapat juga merubah lingkungan sosial beberapa pria.